Sunday, April 10, 2011

PROPOSISI

Tentukan bentuk proposisi yang tepat pada pernyataan di bawah ini :

1. Bahasa adalah sarana penalaran

Jawab:

Proposisi Afirmatif Universal (A)

Karena bersifat umum, bahasa sebagai subjek dan sarana penalaran sebagai Predikat, sehingga semua S adalah P.

2. Sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.

Jawab:

Proposisi Negatif Universal (E)

yang berarti menyangkal preposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek sifat kuantitatif matematika), karena tidak seluruh sifat kuantitatif matematika dapat meningkatkan daya prediksi ilmu.

3. Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran?

Jawab:

Bukan merupakan proposisi

karena dalam kalimat tanya hubungan antara subjek dan predikat masih dicari, sehingga tidak dapat diambil kesimpulan.

4. Semoga saja penelitian ini berhasil!

Jawab:

Bukan merupakan proposisi

merupakan kalimat seru yang tidak dapat diuji kebenarannya, sehingga tidak dapat diambil suatu kesimpulan.


Temukan kalimat abstrak dalam bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia berikut ini :

a. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi

Jawab:

Predikat : manusia, abadi;

Kalimat abstrak : ”tidak ada manusia”.

b. Socrates adalah manusia

Jawab:

Predikat : manusia;

Kalimat abstrak : ”adalah manusia”.

c. Jika socrates adalah manusia dan Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka Socrates tidak abadi.

Jawab:

Predikat : manusia, abadi, Socrates;

Kalimat abstrak : ”tidak ada manusia” dan ”maka Socrates”.

d. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima.

Jawab:

Predikat : bilangan, genap, prima;
Kalimat abstrak : ”bilangan genap adalah bilangan prima”.

ANALISIS ARTIKEL

Analisis artiket dari segi : Kata, Kalimat, Kesatuan alinea, Topik, Isi artikel, dan berikan Logika.

1. Hasil analisis dari segi Kata

Pada artikel di atas terdapat beberapa kesalahan dasar penulisan kata dan pemanfaatan kata dasar. Kata imbuhan ‘di’ yang seharusnya ditulis sambung, di sini dituliskan secara terpisah, contohnya terdapat pada baris keempat paragraf pertama. Kata kembang yang mendapatkan imbuhan ‘di’ dan ’-kan’ ditulis sebagai di kembangkan, bukan dikembangkan. Pemanfaatan kata dasar masih tidak efisien. Pengulangan kata banyak terjadi di dalam sebuah kalimat.

Kesalahan tersebut terdapat di paragraf pertama dalam penulisan :

Menurut Wahyu Wijayadi dalam sebuah makalah sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat yang berjudul Pengembangan Teknologi Multimedia dan Implementasinya.

Seharusnya ditulis seperti dibawah ini :

Menurut Wahyu Wijayadi dalam sebuah makalah pada seminar yang diselenggarakan oleh Indosat, yang berjudul Pengembangan Teknologi Multimedia dan Implementasinya.

2. Hasil analisis dari segi Kalimat

Pada kalimat pertama paragraf pertama terdapat tiga kata konjungsi ‘dan’ yaiyu pada kalimat :

Bahasa dan multimedia sangat berpengaruh dalam pembelajaran ilmiah, perkembangan bahasa dan multimedia pun cukup maju dengan didukung teknologi yang semakin hari semakin canggih dalam menghasilkan sesuatu yang baru di bidang pembelajaran ilmiah.

Dapat ditulis seperti dibawah ini :

Bahasa dan multimedia sangat berpengaruh dalam pembelajaran ilmiah. Perkembangannya pun cukup maju dengan didukung oleh teknologi yang semakin hari, semakin canggih dalam menghasilkan sesuatu yang baru di bidang pembelajaran ilmiah.

Pada artiketl diatas terdapat penulisan kalimat yang tidak teratur, yaitu :

Tujuan pengembangan multimedia yaitu untuk memudahkan komunikasi antara sumber informasi dan penerima informasi.

Dapat ditulis seperti kalimat dibawah ini :

Pengembangan multimedia bertujuan memudahkan komunikasi antara sumber dan penerima informasi.


3. Hasil analisis dari segi Kesatuan Alinea

Alinea adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis dan sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan. Dengan demikian, tidak ada sebuah kalimat pun dalam paragraf yang tidak membicarakan ide pokok. Ide pokok alinea pertama adalah bahasa dan multimedia berpengaruh dalam pembelajaran ilmiah. Ide pokok alinea kedua adalah pembagian jenis multimedia. Ide pokok alinea ketiga adalah tujuan pengembangan multimedia. Ide pokok alinea keempat adalah pengaruh negatif multimedia terhadap bahasa Indonesia. Ide pokok alinea kelima adalah opini penulis dalam bentuk kesimpulan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kalimat yang tidak menciptakan kesatuan alinea. Hal ini dapat kita lihat pada baris akhir alinea pertama dan baris awal alinea ketiga.

4. Hasil analisis dari segi Topik

Topik yang dibicarakan pada artikel di atas jelas, yakni bahasa dan multimedia. Setiap kalimat berisi informasi mengenai topik utama.

5. Hasil analisis dari segi Isi Artikel

Isi artikel yang dibicarakan mendukung topik utamanya. Meskipun banyak kesalahan menurut tata bahasa Indonesia, namun untuk sebuah artikel yang sederhana seperti ini, cukup mengandung informasi yang penting. Pembaca mendapatkan informasi tentang hubungan bahasa dan multimedia, jenis multimedia, dampak buruk multimedia terhadap bahasa Indonesia, dan cara meredam dampak buruknya.

6. Logika

Artikel ini lebih logis dari pada artikel sebelumnya. Penggunaan kata dan pola kalimat lebih baik, sehingga kita dapat menangkap maksud dari setiap kalimat yang ditulis. Namun demikian, masih banyak celah yang dimiliki artikel ini sehingga masih memerlukan perbaikan penulisan, agar sesuai dengan Ejaan Yang Disesuaikan.



1. Hasil analisis dari segi Kata

Isi artikel terdiri dari 200 kata, pembagian jumlah kata berdasarkan paragraf masing-masing yaitu sebanyak 46 kata pada paragraf pertama, 43 kata pada paragraf kedua, 61 kata pada paragraf ketiga, dan 48 kata pada paragraf keempat atau terakhir. Didalam artikel tersebut juga terdapat kata Sinonim yang diletakkan berdampingan, sehingga membuat kalimat susah dimengerti atau dimaknai, misalnya pada kata adalah-merupakan dan dengan-melalui (didalam paragraf pertama), dan masih banyak terdapat kata yang tidak baku, misalnya text dan Negative. Kedua kata ini merupakan kata serapan dari bahasa asing, alangkah baiknya jika kata tersebut diubah menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia, seperti Teks dan Negatif.

2. Hasil analisis dari segi Kalimat

Dari hasil analisis kami, masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan pola kalimat, susunan nya yang tidak teratur, penggunaan kalimat yang sama artinya, dan beberapa kalimat ejaan yang ditulis tidak benar, sehingga membuat pembaca sulit untuk mengerti isi atau makna dari artikel tersebut. Kesalahan-kesalahan tersebut terdapat di paragraph satu dalam kalimat : Multimedia adalah merupakan media yang diciptakan untuk menyajikan sesuatu dalam bentuk text, suara, gambar dan lainnya yang dimanfaatkan untuk berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi dengan melalui teknologi yang sedang berkembang dengan beragam jenis media. Penggunaan Multimedia saat ini sangat membantu dalam penyampaian bidang pengetahuan yang bersifat ilmiah.

3. Hasil analisis dari segi Kesatuan Alinea

Kesatuan alinea dalam artikel tersebut masih kurang atau dapat dikatakan banyak terdapat kalimat sumbang atau sulit untuk dimengerti oleh pembaca. Alinea pertama merupakan alinea definisi, alinea kedua dan ketiga merupakan alinea penguraian, dan alinea keempat merupakan alinea konklusi atau kesimpulan.

4. Hasil analisis dari segi Topik

Topik artikel di atas cukup menarik dan bermanfaat karena mengandung unsur pengetahuan.

5. Hasil analisis dari segi Isi Artikel

Meskipun mengandung banyak kalimat sumbang, isi yang diuraikan dalam artikel di atas masih sejalan dengan topik fenomena multimedia. Transisi antar alinea mengalir baik. Bila dibagi per-alinea maka menjadi : definisi multimedia, manfaat multimedia, dampak negatif multimedia, dan kesimpulan.

6. Logika

Artikel diatas masih memiliki kekurangan atau kesalahan dalam pemilihan kata, dan penulisan pola kalimat, sehingga menyulitkan pembaca untuk memhami atau mengerti informasi atau makna yang terdapat didalam artikel tersebut


Sunday, December 26, 2010

KUTIPAN & DAFTAR PUSTAKA

K U T I P A N

I. PENGERTIAN

Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang, baik berupa lisan atau pun tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya. Kutipan berfungsi sebagai pendukung penulisan makalah.


II. TEKNIK-TEKNIK MENGUTIP

1. Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu

2. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan

3. Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori

4. Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung

5. Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tidak langsung

6. Perhatikan teknik atau cara penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan


III. PRINSIP-PRINSIP MENGUTIP

Karena kutipan itu pada hakekatnya adalah pinjaman pendapat seseorang, maka pengutip tidak boleh mengubahnya, baik kata-katanya maupun tekniknya. Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, misalnya dianggap ada kesalahan, penulis harus member keterangan

Contoh:

‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.’

Penulis tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.

Cara memperbaikinya :

1. ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’

2. ‘Tugas bank antara lain member pinjam [Sic!] uang.’

[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

Cara kedua ini lebih umum


Dalam kutipan diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.

Caranya :

1. Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari 1 (satu) alinea, bagian yang dihilangkan diganti dengan 3 (tiga) titik berspasi.

2. Menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari 1 (satu) alinea, bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai ke margin kanan).


IV. JENIS-JENIS KUTIPAN

1. Kutipan langsung

Kutipan langsung adalah kutipan dari buku atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik susunan kata-katanya maupun tanda bacanya. Kutipan yang panjangnya 5 (lima) baris atau lebih, diketik dengan 1 (satu) spasi, dengan mengosongkan lima ketik garis batas atau margin sebelah kiti dengan tidak diberi tanda kutip.

Contoh :

Menurut Sunarto, dalam bukunya berjudul Perpajakan (2002:46), yang dimaksud dengan Objek pajak adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kelkayaan wajib pajak ynag bersangkutan , dengan nama dan dalam bentuk apapun.


2. Kutipan tidak langsung

Kutipan tidak langsung adalah kutipan dengan mengambil pendapat atau uraian dari buku atau sumber lain yang penyajiannya dengan menggunakan bahasan sendiri.

Contoh:

Sehingga ada 3 kategori pembagian barang dan jasa menurut hubungannya yaitu barang komplementer, barang subtitusi, dan barang bebas.


V. TEKNIK PENULISAN KUTIPAN

Kurang dari 4 (empat) baris:

1. Langsung dimasukkan kedalam teks

2. Jarak antar baris kutipan 2 (dua) spasi

3. Kutipan diapit dengan tanda kutip

4. Setelah kutipan selesai, berikan tanda kurung, nama penulis, tahun terbit buku, nomor halaman.

Lebih dari 4 (empat) baris:

1. Kutipan dipisahkan dengan teks sejarak 3 (tiga) spasi

2. Jarak antar baris kutipan 1 (satu) spasi

3. Kutipan dimasukkan 5 (lima) sampai 7 (tujuh) ketukkan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukkan.

4. Kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip. Setelah kutipan selesai, berikan tanda kurung, nama penulis, tahun terbit buku, nomor halaman.


DAFTAR PUSTAKA

Unsur-unsur Daftar Pustaka:

  1. Nama Pengarang
  2. Judul Referensi (buku, artikel)
  3. Data Publikasi; tempat terbit, penerbit, tahun terbit, cetakkan keberapa, nomor jilid, dan jumlah halaman.
  4. Untuk artikel majalah : judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, tahun, halaman.
  5. untuk artikel harian : judul artikel, nama harian, hari, tanggal, tahun, halaman.

Beberapa contoh penulisan Daftar Pustaka:

1. Buku
Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo

2. Majalah
Nasution, Anwar. 1975. “Sistem Moneter Internasional”.Dalam Prisma, Desember, IV. Jakarta.

3. Internet
Hasibuan, Rusli. “Menanam Jengkol di Bukit Kapur.” http://www.duniatani.or.id/riset/rusli/palawija_jengkol.html (diakses tanggal 12 Juni 2003)

4. Makalah
Astuti, Wiwiek Dwi. 2006. Wacana Humor Tertulis: KAjian Tindak Tutur. Jakarta: Pusat Bahasa.


5. Jurnal
Dubeck, L. (1990). Science ficPon aids science teaching. Physics
Teacher, 28, 316‐318.

6. Website
Lynch, T. (1996). DS9 trials and tribble‐a1ons review. Retrieved
October 8, 1997, from Psi Phi: Bradley's Science FicPon Club
Web site: hjp://www.bradley.edu/campusorg/psiphi/DS9/ep/
503r.html

7. Antologi
Kartodirjo, Sartono. 1977. “Metode Penggunaan Dokumen”.Dalam Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Monday, December 20, 2010

CATS & FOOD

How to Give a cat eating
There are two different ways / methods of feeding the cats, namely:
1. food is always available at the cat food dish. So when the cat wants to eat, food is available in its place. This method is good for a small cat (kitten) or cat that is still in its infancy. Be careful because there is the likelihood of overweight / obesity / overweight.
2. feeding is done in 2 or 3 times a day. Usually the food given in the morning and afternoon. This method is good for adult cats who have regular diet. Please note the amount of food provided, as shall be in accordance with their daily needs.
NB: water for drinking cats should always be available at all times.

Type of food: wet (canned) or dry

Dry food (dry food)

Dry food is usually good for a cat. Giving a good dry food for dental health, more durable and generally more nutritious because it contains many extra nutrients.

wet food (canned / wet food)

wet food / canned less well provided for the long term. These foods are usually more of a "junk food" for cats. Also not good for dental health, because it often causes plaque and tartar and nutrient content are less complete. Cats are usually given wet food is usually rather difficult to switch to another type of food especially dry food .

Needs Food By Age & Condition

1. Kitten aged <1> 1 year (adult)
Adult cats weighing about 4-5 kg at least require energy from food is 300 calories. Provide adequate food and balanced nutrition, there are usually written “Complete” or "Balance” food packaging. Try not rabid cat / fed with the same brand continuously. Occasionally need to change brands of food for digestion trained on various types of food. Note also the pH and mineral content food to avoid urinary tract disorders.

3.Kucing pregnant & breastfeeding
At the time of pregnant and breast-feeding mother cats need food with high protein content. When pregnant is usually given to kitten food because of higher protein content. Calcium supplements may be given to the mother who breastfeed their children.

Total Food
Adult cats weighing around 5 kg needs about 300 calories of food energy. Note the calorie content in food packaging, determine the amount of food to meet calorie needs for one day, then divide that amount in accordance with the frequency of meals (2 or 3 times a day).

As another benchmark that can be used, calculated from the weight of the cat. Usually every day cats eat about 2% of their body weight. So when the cat's weight 5 kg, the food takes about 2% x 5 Kg which is about 100 grams / day.